USB 3.0

5 02 2009

USB 3.0 telah resmi dirilis oleh USB Implementers Forum. USB ini juga disebut sebagai SuperSpeed USB. Tentu saja hal ini karena peningkatan kecepatan yang mencapai sekitar 10 kali lipat dari USB 2.0 yang “hanya” 480 Mbps menjadi 5 Gbps pada USB 3.0 saat ini. Bagaimana bisa demikian? Transfer rate yang cepat ini diperoleh sebagai akibat dari kabel barunya yang dilengkapi dengan dua pasang kabel tambahan terpisah dan shielded. Standar baru ini dapat mengirim dan menerima data pada kecepatan yang sama. Koneksi dilakukan dengan lima titik kontak baru yang diintegrasikan ke dalam konektor tipe A yang lama. Lantaran ketiadaan tempat, konektor mikro, mini, dan tipe B akan disediakan melalui adaptor. Perangkat USB dan kabel baru ini dapat dikenali dari konektor yang berwarna biru. Belum ada kejelasan kapan chipset awal dari Intel, AMD, atau NVidia akan menawarkan spesifikasi USB 3.0. Aksesori pertama diharapkan telah tersedia pada tahun 2010. Semua perangkat dan kabel lama tetap dapat digunakan maksimal dengan kecepatan USB 2.0. Microsoft berencana mengintegrasikan support USB 3.0 untuk Windows 7 dan sebuah patch untuk Windows Vista.

Desain USB 3.0

Desain USB 3.0

Detail USB 3.0

Detail USB 3.0

More details…





Virus CPU, hacker jebol CPU Intel

9 10 2008

Serangan hacker yang langsung diarahkan ke CPU kemungkinan tidak dapat dicegah hanya dengan mengandalkan patch sekuriti. Ahli keamanan asal Rusia, Kris Kaspersky, menemukan bahwa program perusak dapat disusupkan ke komputer melalui sebuah bug yang terdapat dalam prosesor Intel Core 2 Duo. Apabila hacker berhasil mengembangkan software perusak seperti itu, kemungkinan security patch tidak akan efektif di masa mendatang. Satu-satunya cara yang dapat dijadikan sebagai proteksi adalah dengan melakukan patch pada microcode dalam BIOS yang langsung mengakses CPU atau mengganti prosesor karena perintah tersebut terintegrasi dalam hardware. Kaspersky bakal memberikan informasi lengkap tentang virus ini pada bulan Oktober ini. Sementara itu pihak Intel belum mau memberikan komentar.





Your Mobile Device Hacked by Microsoft

9 10 2008

Kok bisa? Tenang aja, ini baru rancangan teknologi dari Microsoft. Teknologi ini akan  mengendalikan perangkat mobile Anda, seperti ponsel atau cam-dig, agar mematuhi aturan yang ada di suatu tempat. Teknologi ini bernama Device Manners Policy (DMP).
Misalkan saat berada di bioskop, sebelum pertunjukan dimulai kita mendapat himbauan yang salah satunya adalah “no rings” pada ponsel kita. Jika teknologi ini diterapkan mungkin pengumuman akan diganti jadi “Your cell phone have been silented automatically” tuh. Kenapa? Karena dengan teknologi ini, perangkat mobile Anda akan disusupi dan dikonfigurasi sesuai dengan aturan di bioskop ini, misalnya profil berubah ke silent dan kamera nggak bisa dipake. Enak juga sih buat yang males ngeganti profil ponselnya secara manual, tapi bagi para “pembelot” bakal merasa dipaksa. Apalagi buat para pembajak film, kelimpungan nggak bisa ngerekam tuh. So, intinya teknologi ini akan mengajarkan disiplin dan tata krama.
Apa bisa teknologi ini diterapkan? Yups, teknologi ini nggak bisa diterapkan tanpa dukungan dari hardwarenya. Ya iyalah, misal mau ngatur ponsel, ponselnya udah ada bluetooth-nya, apa bisa langsung nyambung? So, harus ada standar koneksi dari sofware dan hardware antara Microsoft dan produsen perangkat mobile. Tentunya dengan teknologi wireless lah.
Nah, misal teknologi ini sudah bisa diterapkan, yakin nggak disalah gunakan? Namanya teknologi kan abu-abu. Dia bisa menjadi putih ataupun hitam tergantung penggunanya. Berbagai forum sudah mulai membahas teknologi ini serta keuntungan dan kerugian yang akan diakibatkannya. Banyak yang berpendapat ini merupakan akhir dari ruang privasi. Ada juga yang membahas cara pencegahan penyalahgunaan teknologi ini. Salah satu penyalahgunaan yang dapat terjadi misalnya adalah pelumpuhan kamera keamanan. Kabar baik bagi penjahat yang melek teknologi dah jadinya. Tapi juga menjadi kabar baik bagi Anda yang suka jengkel mendengar ponsel yang berbunyi saat menonton di bioskop.
Apapun yang terjadi, teknologi ini mungkin akan baru dapat di-”nikmati” paling cepat dua tahun lagi. Itupun kemungkinan diterapkannya di negara-negara maju, pastinya.





Piano berinternet

19 08 2008

Dari sebuah monitor, Edhisher Savitski dapat melihat dirinya bermain piano di rumahnya di South Bend, Indiana, Amerika Serikat. Tapi dia juga bisa memainkan piano yang ada di Midtown Manhattan, negara bagian lain yang terpisah jauh dalam jarak. Ini dimungkinkan dengan teknologi yang sedang dikembangkan Yamaha Corp., bernama Remote Lesson.

Layanan ini mensyaratkan adanya piano yang bisa terkoneksi ke Internet. Yamaha menyediakannya dalam model Disklavier Mark IV, yang harganya US$ 18-160 ribu per unit. Piano ini memiliki media penyimpanan sebesar 80 gigabita dan terkoneksi dengan Internet kecepatan tinggi via Wi-Fi melalui fiturnya, Internet Direct Connection.

Piano Disklavier adalah hibrida dari piano akustik dan digital yang pertama diperkenalkan Yamaha pada 1986. Inti dari Disklavier adalah sebuah sistem piano yang menggunakan solenoid-solenoid<> mekanis-listrik dan sebuah rangkaian sensor optik terhubung ke light-emitting diode, yang memungkinkannya memainkan nada-nada dan pedal yang bekerja independen, tanpa perlu pemain.

Savitski bisa mengunduh musik dari DisklavierMusicStore dengan biaya bulanan US$ 20. Ia juga bisa berkolaborasi dengan piano Disklavier lain di penjuru dunia via Internet.

“Segala sesuatu dalam kehidupan setiap orang kini sudah terkoneksi ke Internet, tidak saja sekadar melihat atau bercakap satu dengan lainnya. Tapi ide hebat lainnya adalah mengkoneksikan satu instrumen dengan yang lainnya seberapa pun jarak memisahkannya,” ujar James Steeber dari Yamaha.

Untuk saat ini, menurut Steeber, pelajaran adalah layanan utama. “Kami mengajak universitas-universitas untuk menerapkan teknologi ini sehingga mereka tak perlu menerbangkan orang keliling dunia secara terus-menerus.”

Permainan piano Savitski jarak jauh itu menggunakan koneksi Internet kecepatan tinggi yang standar untuk tingkat konsumen. Yamaha memiliki teknologi khusus untuk mengantisipasi cegukan sesekali pada lalu lintas Internet, sehingga perbedaan antara ketukan jari Savitski dan nada yang dikeluarkan piano di Manhattan hanya terpaut satu detik.

“Kami mem-buffer apa yang keluar dari pianonya di atas Internet, lalu mengoreksi kesalahan dan memainkannya,” ujar Steeber. Meskipun teknologi ini khusus dirancang untuk pelajaran virtual satu lawan satu, pengembang mengklaim bahwa dengan mudah mereka bisa memodifikasi untuk dipakai dalam banyak pertunjukan. Misalnya, seorang pianis memainkan satu piano sebenarnya di New York, tapi ia juga memainkan piano-piano di hall konser di banyak tempat di dunia.





ATM cuil masih bisa dipake!

22 07 2008

Punya kartu ATM? Kartu ATM Anda sudah retak atau cuil? Tidak sempat untuk menggantinya dengan yang baru? Jangan putus asa dulu!
Pengalaman pribadi nih! Sudah sebulan ini kartu ATM-ku retak. Retak nya sih di bagian kiri atas, nggak terlalu gede. Tapi dah kena ke pita magnetiknya (yang warna hitam). Secara aku malas ke bank, so pakailah isolasi/plester/lakban bening buat jaga-jaga biar gak patah. Berhasil sih, tapi cuma di ATM tertentu, contoh: ATM 50rb di kampus, Telkom Japati, BEC, Gramedia Merdeka, sementara baru di situ. Yang nggak berhasil di ATM 100rb di kampus, BSM, yang lain coming soon. Setelah bisa diakalin jadi males dah ke bank buat ngurus yang baru. Apalagi sekarang lagi KP di Telkom Japati, jadi nggak ada waktu deh buat ngebikin yang baru. Hiks…..
Kemarin sore secara tidak sengaja, diriku menemukan bahwa kartu ATM-ku cuil. Patah dikit di pojok kiri atas, dibagian yang kemaren dah retak. Argh, tidak! Pas mo nonton Batman di BSM pula, untung masih ada duit.

ATM gw nih

ATM gw nih (sensor ya no+namanya)

Dengan nekat berkat dorongan uang yang semakin menipis akhirnya kuberanikan diriku untuk mencoba mengambil duit di ATM kantor (Japati). Dengan perasaan khawatir akhirnya kumasukkan secara perlahan dengan mengucap basmallah. Rada lama, atau perasaan aja karena khawatir, akhirnya muncullah menu pilihan bahasa. Leganya diriku. Aku masih bisa ngambil duit, my own money!
Hikmah yang dapat diambil dari kejadian ini adalah, yang penting dari kartu ATM itu pita magnetiknya, sama isinya pasti. Wkwkwkwk…..