Nama Produk Sony Ericsson

5 02 2009

Produsen HP yang satu ini ternyata memiliki suatu klasifikasi untuk menamakan produknya. Nama produk ini umumnya terdiri atas 4 digit (1 digit huruf dan 3 digit angka), anomali terjadi pada P1 dan X1. Digit pertama yang berupa huruf menujukkan seri dari produk tersebut.

C : Cybershot (teknologi kamera Sony); unggul pada kualitas hasil jepretannya.
F : Fun; kemampuannya rata-rata, desain menarik, difokuskan untuk menikmati game.
G : Generation Web; ditujukan untuk internet bergerak, didukung 3G/HSDPA dan browser yang baik.
J : Junior; ponsel murah, candybar, hanya tersedia fitur standar (beberapa disertai radio).
K : Kamera (Kamera;Swedia) sekarang menjadi seri C.
M : Messaging; tipe smartphone untuk membantu pekerjaan, OS Symbian, fitur kelas menengah.
P : Pro; smartpone kelas atas, fitur mutakhir.
R : Radio; radio FM & AM, speaker keras.
S : Snapshot; ponsel kamera rata-rata, desain cantik, kinerja di bawah seri C.
T : Tala (Talk;Swedia); ponsel gaya berharga murah.
W : Walkman; kualitas suara bagus (terutama dari headset), bass bertenaga.
X : ? (Xperia?); OS Windows Mobile, fitur canggih, desain cantik.
Z : ?; ponsel cantik berdesain lipat (Clamshell).

Sony Ericsson

Sony Ericsson

Digit kedua, berupa angka, menunjukkan kelas dari produk.

1-4 : kelas bawah.
5-7 : kelas tengah.
8-9 : kelas atas.

Digit ketiga, berupa angka, menunjukkan urutan peluncuran dipasar.
Digit keempat, berupa angka, menunjukkan bentuk dari produk.

0-2 : candybar (batang).
3-5 : slide (geser).
6-8 : clamshell (lipat).
9   : lainnya.

Ya kira-kira seperti itulah arti dari nama produk Sony Ericsson. Jadi misal kita denger tipe tertentu, kita dah tau sedikit informasi walau belum pernah liat bentuknya.

Oh iya, ada beberapa tipe yang menggunakan akhiran huruf, seperti “i” (W950i dll). Akhiran “i” ini bukan berarti internet, tetapi wilayah pemasaran. Hal ini karena terdapat sedikit perbedaan fitur pada wilayah-wilayah tertentu.

a : Amerika utara.
c : China.
i : Internasional.

So, nggak bingung lagi kan tentang tipe-tipe SE… :-D





Gramedia Diskon, BEC Shock

7 12 2008

Wah, hari ini seneng banget. Setelah menunggu sekian lama akhirnya jadi juga  beli komik Kambing Jantan. Mo jadi apa Indonesia kalo bacanya yang gituan. Seneng lagi karena di Gramedia Merdeka Bandung lagi anniversary diskon 30% untuk tanggal 5-9 Des ‘08 buat semua produk kecuali elektronik dan promo. Jadi komik KJ yang seharga 33.000 jadi cuma 23.100 doang. Udah gitu, novel Darren Shan yang koleksi 1 & 2 ada dua-duanya, dari yang masing2 harganya 96.000 jadi cuma 67.200 perak. Wah, seneng banget dah. Langsung beli. Ada rencana balik lagi malahan. :-D

Kambing Jantan (Komik)

Kambing Jantan (Komik)

OK, stelah selesai di gramed, pindah ke BEC. Di BEC ada dua tujuan, pertama ke nokia coz ada titipan service dari temen, kedua nyari HP buat diriku sendiri lah. Coz nokia yang bagian service ada di food court so langsung ke atas. Tapi kok penuh, ndak jadi lah, pindah ke sebelahnya. Ke Sony Ericsson, melihat HP inceran w760i. Kata temen si harganya 2,5 tapi pas disana kok jadi 3,25. Anjis, mahal banget si! Ya udah lah, mundur deh jadwal release-nya, daripada beli tapi nggak makan. Turun, ketemu IM2, ada promo mahasiswa, starter pack+modem PCMCIA cuma 499.000 doang. Tanya dulu, “Mas, kalo di daerah IT Telkom up to-nya berapa ya?” Jawabnya, “Untuk daerah IT Telkom masih EDGE, up to 220 kbps.” Lemes dah, kampus pinggiran, gimana lagi. Turun lagi di GF liat ada stand SE, liat lagi yukz. Tanya punya tanya w760i, harganya 2,4. Buset, nggak salah denger tuh. Tanya lagi ke mbak2nya dan emang bener segitu. BEDA BERAPA LANTAI DAH BEDA 850 RIBU. Buset dah, bisa buat beli hape lagi itu! Akhirnya dari tempat itu sampai kosan aku masih bengong, shock, nggak percaya. Kok bedanya jauh banget yah. Pelajaran hari ini, kroscek harga dulu, walaupun sama2 outlet resmi, tapi harga bisa jauh beda. Jangan sampe menyesal di kemudian hari. :-P

W760i

W760i





HP Dual yang freak abis

16 11 2008

Barusan browsing-browsing, ceritanya mo liat-liat HP n reviews-nya. Trus nongol iklan yang cuma gambar doang. Gambarnya HP muter2 (kagak pusing apa ya?) tapi bolak-balik kok sama, cuma beda warna doang. Penasaran, klik aja deh.

Freak abis dah (mnurut gw lho)

WND Wind DUO 2200. HP ini emang beneran dual face, nggak cuma dual SIM card doang, keren juga idenya. Mana yang depan? Mana yang belakang? It’s up 2 u. Cuman aku belum tau apakah kedua face ini diajalankan dengan sebuah sistem yang sama atau masing2 punya sistem sendiri (terpisah). Kayanya sih digabung (satu sistem). Speknya lumayan si, nih speknya:

Tri Band GSM, 98mm x 47.5mm x 17.3mm, 95g, 262k colors, 240 x 320, 1.8” QVGA LCD,  Standby Time Over 180hrs with optimum network conditions, Talk Time Over 3hrs with optimum network conditions, Call register and phonebooks are shared between faces, Special notification for incoming calls to second SIM, 2.0 Megapixel camera on each face, GPRS Class 10, MIDI, sp-MIDI, MP3, AAC, AAC+, 64 polyphonic MIDI and MP3 Ringtones, MP3 playback up to 320kbps, WAP v2.0, USB, Bluetooth (with A2DP support), PC Sync for Windows, JAVA MIDP 2.0, CLDC1.1, WMA 2.0, MMAPI 1.0, JTWL1.0, Photo Phonebook with Photo caller ID, Speaker Phone, Internet E-mail via SMTP, POP, and IMAP, MMS, Video Playback & Record MPEG-4 and H.263, Six pre-loaded games.

Warna yang tersedia (3 pilihan warna)

Black Silver Gold Silver Fuchsia Silver

Black/Silver Gold/Silver Fuchsia/Silver

So, ada minat? Sayang HP ini nggak dijual di Indonesia (secara legal pastinjaya). Sempet nemu info harga HP ini adalah AUD 569. Brapa tuh? Nggak tau juga, nggak ngikuti exchange rate lagi. :-D

Yang penting jangan kaya komentar tidak berguna teman gw yang dodol, “Itu mah tinggal dua HP di gabungin, pake karet gelang bisa.” Mak, cape dech, kalo punya dua ya udah, ngapain pake di karet-gelangin?





Your Mobile Device Hacked by Microsoft

9 10 2008

Kok bisa? Tenang aja, ini baru rancangan teknologi dari Microsoft. Teknologi ini akan  mengendalikan perangkat mobile Anda, seperti ponsel atau cam-dig, agar mematuhi aturan yang ada di suatu tempat. Teknologi ini bernama Device Manners Policy (DMP).
Misalkan saat berada di bioskop, sebelum pertunjukan dimulai kita mendapat himbauan yang salah satunya adalah “no rings” pada ponsel kita. Jika teknologi ini diterapkan mungkin pengumuman akan diganti jadi “Your cell phone have been silented automatically” tuh. Kenapa? Karena dengan teknologi ini, perangkat mobile Anda akan disusupi dan dikonfigurasi sesuai dengan aturan di bioskop ini, misalnya profil berubah ke silent dan kamera nggak bisa dipake. Enak juga sih buat yang males ngeganti profil ponselnya secara manual, tapi bagi para “pembelot” bakal merasa dipaksa. Apalagi buat para pembajak film, kelimpungan nggak bisa ngerekam tuh. So, intinya teknologi ini akan mengajarkan disiplin dan tata krama.
Apa bisa teknologi ini diterapkan? Yups, teknologi ini nggak bisa diterapkan tanpa dukungan dari hardwarenya. Ya iyalah, misal mau ngatur ponsel, ponselnya udah ada bluetooth-nya, apa bisa langsung nyambung? So, harus ada standar koneksi dari sofware dan hardware antara Microsoft dan produsen perangkat mobile. Tentunya dengan teknologi wireless lah.
Nah, misal teknologi ini sudah bisa diterapkan, yakin nggak disalah gunakan? Namanya teknologi kan abu-abu. Dia bisa menjadi putih ataupun hitam tergantung penggunanya. Berbagai forum sudah mulai membahas teknologi ini serta keuntungan dan kerugian yang akan diakibatkannya. Banyak yang berpendapat ini merupakan akhir dari ruang privasi. Ada juga yang membahas cara pencegahan penyalahgunaan teknologi ini. Salah satu penyalahgunaan yang dapat terjadi misalnya adalah pelumpuhan kamera keamanan. Kabar baik bagi penjahat yang melek teknologi dah jadinya. Tapi juga menjadi kabar baik bagi Anda yang suka jengkel mendengar ponsel yang berbunyi saat menonton di bioskop.
Apapun yang terjadi, teknologi ini mungkin akan baru dapat di-”nikmati” paling cepat dua tahun lagi. Itupun kemungkinan diterapkannya di negara-negara maju, pastinya.